Di samping itu, jangan lewatkan tulisan-tulisan relaksasi saya meliputi cerita pendek, puisi, kenangan masa kecil, terjemahan puitik dari lirik-lirik lagu berbahasa inggris kegemaran saya, sinopsis / plot karya pertunjukan, sampai artikel hingga sekedar racauan keadaan, juga copy-paste tulisan-tulisan menarik tentang apa saja yang bagi saya menarik. Semuanya hanya di http://kotbahdidotklasta.blogspot.com


KENALKAN ... AKU ADALAH KAMU HIIIII / artwork by didotKlasta 2007.

1 Agustus 2017.

Didot SILHUET 1 copy.jpg

Di bulan Agustus ini, kupersembahkan kembali puisi pesanan ibu-ibu PKK tetanggaku yang ia bacakan dalam acara malam 17an kampung Jagalan Salatiga, 12 tahun lalu.

 

KONON KATANYA … MERDEKA


Hari itu syahdan
Ada proklamasi tentang sebuah kemerdekaan
Bendera dikerek ke puncak tiang
Tokoh-tokoh berdiri paling depan
Laskar siaga dengan senapan rampasan
Orang kebanyakan takjub
mendengar kabar kemenangan
dari pelosok, sudut, kolong dan emperan
Ini hari Bung !
Kita bukan jajahan lagi !

Di kota, di kampung, di desa, di mana saja
Semua gembira sebab kebebasannya
Akhirnya sampai juga pengharapan itu
Kita merebutnya, tak cuma menunggu
Kita meraihnya, setelah ratusan tahun dibelenggu
Dengan darah, airmata, jiwa-raga
Hanya satu kata
MERDEKA !

Dan perjuangan …
Telah sampailah di saat berbahagia …
Dengan selamat sentausa …
Menghantarkan kita …
Ke depan pintu gerbang …
Kemerdekaan

Demikian selalu diucapkan
Diulang-ulang
Diulang-ulang
Dalam upacara-upacara
Hapal luar kepala
Menjadi mantra
Bahwa kita konon katanya ;
Memang merdeka

Sampai suatu ketika syahdan
Sekian lama kemudian
Setelah seribu kali upacara dan peringatan
Ada yang terasa kian hilang
Di telan seremoni kenegaraan,
tabur bunga makam pahlawan, karnaval pembangunan,  
lomba gerak jalan, pidato-pidato tentang kemerdekaan,
filem-filem perang …
Seperti perlambang yang buram warnanya
Apa maknanya Saudara ?
Mantra : "Sekali merdeka tetap merdeka …"
Dalam negara ?

Kemiskinan, kebodohan, ketakberdayaan …
Bukan kemerdekaan
Kepicikan, menang-menangan, permusuhan …
Bukan kemerdekaan
Kawula sendiko dhawuh, pejah-gesang ndherek Sang Tuan …
Bukan kemerdekaan
Rakyat mengikut saja, manut-manut saja …
Bukan kemerdekan
Ketidakadilan …
Bukan kemerdekaan
Menjadi jelata papa …
Apa bedanya dengan kaum jajahan ?
Sok berkuasa …
Apa bedanya dengan kaum penjajah ?
Penindas - Tertindas
Bukankah itu wujud penjajahan ?

Dan perjuangan …
Telah sampailah di saat berbahagia …
Dengan selamat sentausa …
Menghantarkan kita …
Ke depan pintu gerbang …
Kemerdekaan

Ada burung gagak
Hinggap di pucuk tiang bambu ndhoyong
Bendera tua siapa saja
Di tengah jaman kemarau
Berkaok-kaok parau
Suara tulang-belulang berbau mesiu, lampau
"Kau … Berkibar untuk apa ?"
Bendera tak bisa bicara
Tapi angin berbisik lewat semilirnya
Tak terdengar kecuali dalam hati
Melampaui hingar-bingar seharian ini
Introspeksi diri pribadi
"Untuk berusaha lebih merdeka …
Tiap-tiap kita …
Bersama-sama …
Demikian konon katanya …"
Lantas gagak hitam terbang pergi
Nanti datang setahun lagi
Membawa pertanyaan sama
Seperti tahun-tahun sebelumnya
"Kau … Berkibar untuk apa ?"

didotKlasta

 

About Me / Tentang Saya

Saya seniman dan aktivis sosial yang telah menjelajahi aneka keindahan dari seni rupa, teater pendidikan kritis, kerja penguatan komunitas, mengasuh anak, kegilaan dlsb.

I am Didot Klasta Harimurti, an artist-activist who has been exploring many things of beauty from visual art, critical pedagogy theatre, grassroot community works, parenting, insanity etc.

lihat cv saya see my cv click here

my facebook  /  my pinterest  /  my instagram / my twitter