Anger, Pain and Loneliness / artwork by didotKlasta 2017.

Didot SILHUET 1 copy.jpg

 

 

SAJAK TIGA JANGGO

Suatu ketika di era 70an dulu.
Benyamin S dan Mansyur Syah memasuki kota itu.
Ke bar mereka menuju.
Judi dadu ya judi dadu.
Berdasar mimpi 666 dipertaruhkan semua uang.
Menang!
Tapi gangster-gangster punya cadangan kecurangan.
Dengan alat lucu dadu berubah angka.
Mansyur tak terima.
Mengamuk bagai banteng luka.
Gangsters tak berdaya dibuatnya.
Mendengar keributan datanglah marshall kota, Hamid Arief nama aslinya.
Dua jagoan kita dibawa ke kantornya.
"Janggo-janggo brengsek! Lu pade sudah bikin onar di ai punya city!"
"Paspor! Mana paspor?! Sama kartu G 30 S!"
Sementara itu Edi Gudel belum muncul.
Dia janggo ketiga.

didotKlasta
11 Juni 2018, menjelang lebaran.

 

About Me / Tentang Saya

Pada dasarnya saya seniman yang telah menjelajahi aneka keindahan dari seni rupa, teater pendidikan kritis, kerja penguatan komunitas, mengasuh anak, kegilaan dlsb.

I am Didot Klasta Harimurti, an artist who has been exploring many things of beauty from visual art, critical pedagogy theatre, grassroot community works, parenting, insanity etc.

lihat cv saya see my cv click here

my facebook  /  my pinterest  /  my instagram

Contact :
klastabeka@gmail.com
085876422825