Di samping itu, jangan lewatkan seratus lebih tulisan relaksasi saya meliputi cerita pendek, puisi, kenangan masa kecil, terjemahan puitik dari lirik-lirik lagu berbahasa inggris kegemaran saya, sinopsis / plot karya pertunjukan, sampai artikel hingga sekedar racauan keadaan. Juga copy-paste tulisan-tulisan menarik tentang apa saja yang bagi saya menarik. Semuanya hanya di http://kotbahdidotklasta.blogspot.com


(kalau dipikir-pikir, bagiku) Photograpy adalah Seni Memotret Diri Sendiri

Awal tahun 90an karena mengambil mata kuliah fotografi, aku membawa kamera Ricoh K blabla punya Bapak. Aku ingat, kamera itu kutunjukkan dosenku (Roy Suryo yang sekarang politisi Partai Demokrat itu!). Kesanku waktu itu beliau tidak terkesan, bajingan juga, jelek-jelek ini kamera Bapak - pusaka. Seingatku aku tak pernah masuk kuliah, juga tak pernah ikut hunting-hunting. Aku hanya memotret beberapa kali, yang paling kuingat adalah perjalanan mabuk dengan dua tiga teman dari kos-kosan di Sagan sampai salah satu warung teplok langganan di trotoar seberang Rumah Sakit Bethesda Jogja. Tak ada selembarpun foto. Aku tak pernah mencucikan filemnya, bahkan kemudian Ricoh pusaka itu lenyap pula digadaikan K; anak pemilik kosku. Aku dan Bapakku tak sampai hati padanya sebab anaknya meninggal kena awan panas Merapi.

Ditahun 2004an aku meminjam kamera dijital temenku, mungkin Sony. Itu saat aku gencar menjadi anarkis, guru sanggar belajar alternatif dan pelatih teater. Kemudian aku merasakan kamera dijital Nikon inventaris kantor saat jadi petugas LSM, ini tahun 2006. Waktu menikah tahun 2007, kami (aku dan istriku) diberi hadiah orangtua istriku sebuah kamera dijital Olympus yang aku lupa modelnya. Kamera bagus, sayang pas kami honeymoon di sebuah hotel daerah Bandungan (tempat wisata lereng gunung Ungaran kabupaten Semarang Jawa Tengah) kamera itu jatuh. Sudah diperbaiki di Jakarta, tapi kondisi mesinnya menurun sampai akhirnya dipinjam adikku dan karena suatu kelalaian pun wafat sudah. Kemudian orangtua istriku memberikan kamera dijital olimpus-nya (Camedia C-740 Ultra Zoom), okelah tapi kurang oke. Kemudian adik ipar istriku memberikan kamera dijitalnya (Olympus M500 all weather). Lumayan juga, sayang terlalu mungil. Lantas suatu pagi yang cerah aku iseng-iseng membuka-buka aneka katalog special offer yang dijejalkan di kotak surat di pekarangan depan. Sebuah Nikon DSLR D3300 + lensa kit Nikkor 18-55mm menawan hatiku, sebab murah (aku menghemat sekitar AUD 100) dan menurut sejumlah review kamera ini boleh dikata adalah entri level DSLR terbaik. Ini semua tanpa mengurangi rasa hormat dengan beberapa hape berkamera lumayan yang menghiasi hidupku; sony erricson lupa modelnya, samsung Galaxy Ace dan yang sekarang Asuz Zenfone 2, plus Samsung Galaxy Tab S2 anakku yang kameranya asyik. Begitulah.

insaplah kau wahai kaum motor gede

nglangutnya malam-malam kemerdekaan

pendekar lima kambing, semoga kambingnya sendiri

generasi menolak selfie

eksotika nan fragile

dia bukan tomi suharto hutomo mandala putra

terkekeh yang misteri sejarah tak bernama sebab ia bukan setengah dewa, istri orang setengah dewa, ibu anak setengah dewa, ibu anak yang temannya orang setengah dewa welcome ngungun lowong blong mbuh

the old man, beer, dog and the sea

make love not profit. love led us to happiness, profit led us to greediness and greediness destroys world.

aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikanya abu.

pasukan pengibar pakaian pusaka

mainan plastik dalam alunan selendang lintas generasi

berapa milyar lelaki sudah kau gantengkan guru?

kanker jajan pasar plastik menggerogoti desa jadi plastik

what's goin on brow? fuck know

hanya orang desa biasa, bukan seniman

irama rasa tarian sukma zona otonomus mental temporer purba

ada kabar samar-samar bisikan sunyi klunthungan sapi bahwa pada akhirnya tak cuma aku namun kau juga ternyata akan, mati

kayu jati hidup, miskin dan mencari makan

keparatmart adalah ilmu pembangunan yang mengamini bagaimana sekaratmart dibunuh oleh serakahmart

berkaca pada pecahan kaca, merias rupa tak untuk jualan muka

antara aku, kamu dan bekas kambingmu

tiga perempuan tertangkap kering sedang melakukan transaksi penting

nevermind fuck it

entah pergi kemana, entah pulang kemana

melampaui tetek-bengek artistika

bernapas dalam kekeringan

berkoalisi dengan sitting bull dan macan africana menjejakkan rampak langkah setapak gunung gemunung kaya rohani dalam involusi pertanian lewat sepatu bata

kau beri aku nasib, kuberi kau api, jangan khawatir

senjakala samudra Hindia dari pertigaan Lynch Place dan Oldham Crescent, Fremantle Western Australia.

selama kemenyan masih dibakar, kami belum runtuh

terseok-seok ceria digempur video game

dua gelintir masa depan umat manusia

central java contemporary rural folk pole dance

sumringah central java rural folk art budaya contemporarymu yang penuh gebu namun tak perlu menderu-deru ita itu membuatku kewerkewer samadi i love you

batas life performance tak berbatas

di tali jemuran, kostum kesenian rakyat berposisi seperti pakaian kebanyakan

Spongbob, coba ku cek it out sesungguhnya apakah isi kepalamu? kata Patrik

nonton kuda lumping di suatu malam minggu yang hujannya berhasil ditolak orang sakti kaki gunung

hilton primary school yang asyik sebab murid-muridnya berasal dari keluarga dengan latar belakang aneka warna dan kebanyakan klas orang kebanyakan, mulai dari genk motor gede sampai seniman anti kapitalisme seperti aku.

Oya, untuk menikmati kumpulan 'photograpy text' saya, silahkan berkunjung ke blog saya di http://kotbahdidotklasta.blogspot.com